Terima Kasih, 2013!

2013

2013. Berlalu tanpa terasa. 365 hari kita lalui dengan banyak cerita dan pengalaman yang tentunya memberikan kesan tersendiri di dalam hati. Tak sedikit juga yang menorehkan prestasi di dalam hidupnya. Bukan. Bukan prestasi yang sarat dengan penghargaan atau pun simbol – simbol. Prestasi atas komitmen dan resolusi yang ditetapkan di awal tahun yang tercapai sepanjang 2013.

2013. Bagi saya menjadi tahun yang sangat berarti walau mungkin tidak jauh berbeda dibandingkan dengan tahun – tahun sebelumnya. Namun, bila menilik ke belakang, ada beberapa hal yang berubah (dalam artian positif) dari dari saya ( ya meskipun masih banyak hal yang masih dibenahi :p ). Sepanjang 2013 bisa dikatakan hampir seluruh aspek kehidupan berjalan tanpa halangan berarti. Yah, yang namanya hidup tentu saja ada kerikil – kerikil yang hadir mengiringi. Tapi, bagaimana kita menyikapi kehadiran kerikil – kerikil ini kemudian akan menjadikan perjalanan hidup menjadi lebih ‘hidup‘.

Perjumpaan dengan orang – orang baru yang punya dedikasi di bidang tertentu juga mewarnai perjalanan hidup saya di 2013. Perjumpaan dengan mereka ini membuat saya belajar banyak hal, mengetahui hal – hal baru, dan yang pasti memperluas jaringan. Pun interaksi dengan beberapa teman yang punya passion di suatu bidang secara tidak langsung memotivasi saya untuk bisa berbuat sesuatu yang lebih daripada sekedar “urip kok mung koyo ngono wae.”

Jakarta Berkebun

Jakarta Berkebun

Keterlibatan di dalam komunitas juga terus menjadi makanan sehari – hari saya. Jakarta Berkebun memberi saya wadah untuk belajar banyak mengenai tetek bengek berkebun. Bergabung dengan Jakarta Berkebun juga mengantarkan saya untuk berbagi dengan lebih banyak orang untuk menyebarkan semangat berkebun, utamanya di kota besar seperti Jakarta. Beberapa bulan lalu, saya bersama Puti Safira dipercaya untuk mewakili Jakarta Berkebun untuk sharing dalam forum Branding Jakarta yang merupakan rangkaian event Design Week 2013 yang digelar oleh IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) di Museum Nasional. Kebanggaan tersendiri bagi saya karena mendapatkan kepercayaan untuk berbagi dalam sebuah forum yang sama sekali baru buat saya. Agak deg-degan juga sih. Pasalnya saya tidak punya background arsitek sementara forum ini mengangkat tema yang banyak berkaitan dengan artistektur dan tata kota.

Museum Project

Museum Project

Kesempatan untuk bergabung dengan sebuah komunitas baru juga menjadi cerita di 2013. Museum Project. Sebuah komunitas yang diinisiasi oleh Riefa Istamar yang punya spirit yang luar biasa untuk mengajak lebih banyak orang untuk berkunjung ke museum. Berawal dari postingan Milly di Path yang asyik berfoto di museum, pada awalnya tertarik untuk ikut dalam kegiatan – kegiatan yang diselenggarakan oleh Museum Project. Milly juga merupakan sesama penggiat di Jakarta Berkebun. Mengetahui saya aktif di Jakarta Berkebun, Milly pun tanpa ragu mengajak saya untuk aktif di Museum Project daripada sekedar menjadi peserta kegiatan. Melihat kegiatan ini sangat positif, tanpa ragu pun saya mengiyakan ajakan Milly.

Hari – hari diluar kesibukan dan rutinitas kantor memang lebih banyak saya habiskan dengan bergabung dengan kegiatan komunitas. Yah, seperti yang kita tahu, banyak sekali manfaat dan juga ilmu baru yang bisa kita gali setiap saat dari kegiatan – kegiatan komunitas. Ya sebagai penyeimbang dari office routine lah. 🙂

2013. Menjadi tahun saya membayar janji yang sudah saya teguhkan bertahun – tahun lalu. Berangkat dari keprihatinan saya melihat anak – anak dari keluarga kurang mampu yang kesulitan dalam membayar uang sekolah karena ketidakmampuan orang tuanya, saya berniat untuk membantu meringankan beban orang tua mereka, setidaknya untuk membayar SPP setiap bulanan. Bersyukur kepada Tuhan, bulan November 2013 saya menjadi orang tua asuh dari 2 (dua) anak dari keluarga kurang mampu di Klaten dan Semarang. Entah, ketika saya dinyatakan resmi menjadi orang tua asuh, ada rasa bahagia membuncah dari dalam hati. Saya katakan dalam hati: Janji saya sudah lunas, Tuhan. Terima kasih. Berangkat dari sini, tergerak hati saya untuk membantu lebih banyak lagi anak – anak kurang mampu ini supaya tidak putus sekolah. Saya tahu bahwa saya tidak mungkin berjalan sendiri. Nah, buat teman – teman yang tergerak, boleh lho kontak saya 🙂

Sebuah surat ‘sakti’ menjadi penutup yang manis tahun 2013. Pengukuhan sebagai karyawan tetap di perusahaan tempat saya bekerja sekarang tentu menjadi kebahagiaan tersendiri. Setidaknya, di awal tahun baru saya tidak perlu repot kirim – kirim CV lah 😀

Begitu banyak cerita di 2013 yang terukir di setiap harinya. Sujud syukur kepada Sang Pencipta bahwa saya diperkenankan menikmati 365 hari penuh di tahun 2013, berkarya, tertawa, bahagia, menangis, terharu, kecewa dan banyak lagi rasa yang singgah dan kembali berharap diberi umur panjang untuk menikmati kembali 365 hari  di tahun 2014, dengan cerita – cerita baru yang penuh warna. 

Terima kasih, Tuhan. Terima kasih teman – teman terbaik. Terima kasih, 2013!

Selamat Tahun Baru 2014.

– Yosodihardjo’s –

2014-1

 

Image :

2013

Logo Jakarta Berkebun

Logo Museum Project

2014

 

Advertisements

One response to “Terima Kasih, 2013!

  1. 2013 saya akhirnya bisa kopdar denganmu, dua kali pula. Semoga bisa lebih sering lagi tahun ini. :mrgreen:
    God Bless You in 2014, bro. 😉

Your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s