Berjumpa Dafa di Rumah Pintar

Anak-anak tidak akan mengingat anda pada hal-hal materi yang anda berikan tetapi pada perasaan menghargai mereka – Richard L. Evans 

Seorang anak yang istimewa saya jumpai siang hari itu (Senin, 7 Oktober 2013) di sebuah sekolah yang bernuansa ungu berada tidak jauh dari rumah di Salatiga. Sekolah ini bukan sekedar sekolah biasa, tetapi untuk anak – anak, yang menurut saya, luar biasa: anak – anak berkebutuhan khusus. Sekolah ini, yang dinamakan Rumah Pintar ABK, seakan menjadi rumah kedua bagi anak – anak yang berkebutuhan khusus. Rumah Pintar ABK menjadi tempat belajar dan terapi untuk anak – anak down syndrome, autis, retardasi mental, dyslexia, speech therapy, dll.

Rumah Pintar ABK - Salatiga

Rumah Pintar ABK – Salatiga

Kedatangan saya ke sekolah ini pada awalnya untuk mencari informasi apakah sekolah ini bisa juga menerima anak – anak yang luar biasa karena salah satu keponakan saya, Aditia, memang sedikit beda dari anak – anak pada umumnya. Dia mengalami keterlambatan belajar membaca dan menulis meskipun secara fisik dan perilaku tidak berbeda dengan anak – anak kebanyakan. Jika keadaan dia “normal” semustinya sudah berada di bangku SMP kelas 2. Tetapi karena keterlambatan inilah, dia tidak bisa bersekolah.

Aditia

Aditia

Nah, kedatangan saya siang itu selain disambut oleh kepala sekolah yang juga sekaligus sebagai pemilik sekolah, juga disambut oleh salah satu anak, bernama Dafa. Saya agak kaget ketika tiba – tiba saja dihampiri oleh Dafa yang menjabat tangan saya kemudian mengajak saya untuk masuk ke ruangan tempat dia belajar. Di ruangan tersebut, saya hanya melihat alas duduk yang terbuat dari karet berbentuk kotak yang juga bisa digunakan untuk bermain puzzle. Di tembok terpampang hasil karya mewarnai anak – anak yang bersekolah disitu.

Ketika bersama saya, Dafa tidak banyak berbicara, bahkan hampir tidak berbicara. Dafa hanya tersenyum dan sesekali berlaku manja dengan tidur – tiduran di lantai. Memang Dafa ini tidak banyak bertingkah, tapi banyak senyum. Ketika saya bertanya “Dafa lagi belajar apa?” dia pun hanya menjawab dengan senyuman lebar. Saya ajak Dafa bermain lempar tangkap bola. Dia cukup antusias, meskipun lempar tangkap bola ini hanya sekedar memindahkan bola yang dia pegang ke telapak tangan saya. Hehehe…Lucu dan menggemaskan! Dafa lantas mengajak saya berkeliling sekolah dengan tangannya yang tetap erat menggandeng saya. Saya dan Dafa keluar masuk ruangan kelas yang ada. Dafa ini rupanya suka berada di pojokan, duduk dan sesekali merebahkan badannya di lantai. Tidak sekedar keluar masuk ruangan kelas, Dafa pun mengajak saya ke arena bermain. Layaknya anak – anak kebanyakan, Dafa pun juga senang bermain ayunan. Satu hal yang saya perhatikan adalah Dafa tidak pernah lepas senyum seakan ingin menyampaikan ke orang – orang bahwa dirinya adalah anak yang baik dan ramah. Dan satu lagi, Dafa tidak mau melepaskan genggaman tangannya. Ketika saya meminta Dafa untuk melepaskan genggaman, Dafa hanya bilang : Moh….Emoh…Emooh! (Artinya nggak mau…nggak mau…nggak mau) sambil semakin erat menggenggam tangan saya.

Dafa di Rumah Pintar ABK - Salatiga

Dafa di Rumah Pintar ABK – Salatiga

Saya mencoba bertanya ke salah satu guru mengenai keadaan Dafa. Guru tersebut bilang kalau Dafa ini adalah anak dengan kasus retardasi mental. “Dafa sering kali menyakiti dirinya dengan memukul – mukul kepala dengan tangannya atau sesekali membenturkan kepala ke tembok,” tambah si guru. Jika dilihat sekilas memang Dafa seperti anak – anak lain, tidak ada cacat ataupun kelainan fisik yang menonjol.

Beruntunglah Dafa dan teman – teman yang memilliki keistimewaan seperti dia, dapat bersekolah di tempat yang memang dikhususkan untuk anak – anak berkebutuhan khusus. Ada juga Ryan yang lahir autis, serta ada 2 (dua) orang anak, laki – laki dan perempuan yang mengalami down syndrome. Mereka sudah berada di tangan yang tepat karena saya percaya di sekolah tersebut para guru dan pendamping yang ada di sana mengerti dan paham bagaimana menangani keadaan mereka.

Setiap anak tentunya berhak mendapatkan pendidikan dan perlakuan yang sama meskipun mereka berbeda dari anak pada umumnya. Saya salut (dan juga berterima kasih) kepada sang pemilik sekolah yang mendirikan rumah pintar untuk anak – anak berkebutuhan khusus, serta para guru yang dengan tekun, telaten dan sabar mendampingi mereka. Apalagi sekolah ini ada di kota kecil seperti Salatiga. Hal ini tentu saja sangat membantu para orang tua, yang terkadang tidak cukup paham bagaimana mengajari dan mendampingi anak – anak mereka supaya memiliki ketrampilan yang sama dengan anak – anak pada umumnya.

Secara pribadi, perjumpaan singkat dengan Dafa membuat saya merindukan masa disaat saya juga pernah membantu mendampingi anak – anak autis dan down syndrome. Perjumpaan dengan mereka bagi saya adalah berkat tersendiri. I’m feeling blessed. Ada rasa bahagia dan juga haru ketika saya dapat berinteraksi dengan mereka. Mereka adalah anak – anak yang terlahir istimewa dan saya percaya, dengan penanganan yang tepat serta perlakuan yang selayaknya, anak – anak berkebutuhan khusus ini akan bertumbuh menjadi anak yang mandiri dan luar biasa.

Semoga, suatu hari nanti, saya dapat berjumpa lagi dengan Dafa dengan keadaan yang jauh lebih  baik lagi dari hari saya pertama kali berjumpa dengan dia dan mendengar dia menjadi “seseorang”. Amin.

God be with you and love you, Dafa!

– Yosodiharjo’s –

Advertisements

3 responses to “Berjumpa Dafa di Rumah Pintar

  1. Mas, yg aditia ini kata nya secara fisik dan perilaku sesuai dengan anak seumuran nya. Trus apa penyebab dia bisa kurang begitu cepat membaca dan menulis ???

    Btw kalo di liat secara fisik dan mungkin obrolan. Apakah beliau juga mencerminkan anak kelas 2 smp ???

  2. Sepupuku juga ada yang down sindrome, hanya saja usinya lebih tua. Anak-anak berkebutuhan khusus ini mmg harus di support dengan keluarga dan lingkungan yang ekstra ke mereka ya. :’|

  3. Anak hyperaktif apa diterima di sekolah ini.anak saya daya tangkap kurang,bicara jga tidak terllu lancar.kalo boleh tahu alamatnya dmn ya terima kasih.

Your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s