Tea Wisdom #1 : Lepaskan, serahkanlah dan Biarkan terjadi

23 : 23. The application has been sent. 

Hari ini adalah hari dimana aku membuat suatu keputusan yang sangat berarti bagi hidupku. Setelah mempertimbangkan banyak hal dan tertunda oleh begitu banyak kesibukan, akhirnya surat lamaran itu aku kirimkan.

Keinginan yang sebenarnya sudah lama ingin aku wujudkan. Selalu saja tertunda. Dengan beragam alasan, halangan dan sekian banyak ketidakcocokan waktu.

Tapi aku percaya, bahwa segala sesuatu telah diatur sebelumnya. Dan aku yakini, bahwa hari ini adalah saat yang paling tepat, dimana aku berada dalam kondisi / suasana hati yang tenang, jauh lebih tenang. Dan kembali terngiang pesan bijak yang menyebutkan bahwa : Tuhan telah mempersiapkan segala sesuatu indah pada waktunya. Mungkin ini waktu yang Tuhan berikan kepadaku untuk “saatnya berbuat sesuatu untuk diri saya sendiri”.

Ya, hari ini aku merasakan kebebasan. Bebas dari segala beban yang selama ini menumpuk dan terasa begitu berat. Hingga yang aku rasakan hanyalah kelelahan yang tiada habisnya.

Mengapa begitu berat ? Karena aku belum melepaskan beban itu, aku biarkan beban itu terus bersarang di pundak kehidupanku. Tanpa memberikan sedikit pun kesempatan kepada diriku sendiri untuk ‘berisitirahat’ dan meletakkan sejenak beban itu.

Hari ini, tepatnya malam ini, aku meletakkan sejenak beban itu dari pundakku, menikmati ringannya pundak yang selama ini tertekan. Dan ketika beban itu aku lepaskan, aku serahkan beban itu kepada Sang Empunya Kehidupan.

“Tolong titip sebentar yah ! Pundak saya capek ! ” begitu kira – kira kalimat yang ku ucapkan kepada Sang Empunya Kehidupan.

Dan apa yang terjadi kemudian, muncullah rasa damai dan tenang dari dalam hati. Ketika aku menyerahkan semuanya, – beban hidup, semua rasa sedih, khawatir dan bahkan segala bahagia -, bukan lah rasa itu hilang. Tapi yang ada adalah rasa damai yang sesungguhnya. Tidak ada rasa yang menyesak, atau luapan emosi yang meledak – ledak.

Hanya ada air mata.

Bukan air mata kesedihan atau kebahagiaan. Namun arti mata kebebasan. Air mata syukur. Air mata haru yang keluar dari hati. 

Betapa damainya hati yang aku rasakan ketika aku berani melepaskan dan berani menyerahkan segala sesuatu yang ada di dalam hidupku.

Banyaknya tuntutan kehidupan terlalu sering membuat aku lupa bahwa aku tidak mampu menyangga semua beban itu sendirian ataupun membiarkan beban itu terus bersarang di hidupku terlalu lama. 

Hari ini, kembali aku belajar arti nya pasrah. Sumeleh kalau kata orang Jawa. 

Ketika kita sumeleh – lepaskan dan serakan -. hidup akan menjadi lebih ringan dibawa untuk melangkah. Dan ketika hidup yang kita jalani terasa lebih ringan, apapun yang kita lakukan, akan terasa lebih mudah. Dan membuahkan hasil yang jauh lebih baik. Dan tentunya ada kepasrahan untuk membiarkan segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita sebagai bagian dari skenario yang sudah disiapkan sebelumnya.  

Biarkan semuanya terjadi. Terjadi seturut dengan kehendak Sang Empunya Kehidupan.

Ketika tiada keabadian, apalagi yang harus ditakuti ?

Kesedihan hari ini akan berganti dengan kebahagiaan di esok hari. Demikian juga kegagalan saat ini akan tergantikan dengan kesuksesan di masa yang akan datang. 

Hanya dengan keyakinan bahwa “aku tidak sendiri” dan membiarkan Sang Empunya Kehidupan ikut campur tangan dalam setiap kehidupan yang kita jalani, hidup akan menjadi lebih bermakna. Menjadi lebih indah. Karena ada senyum yang akan selalu mengembang setiap detiknya. Apapun yang terjadi.

“…..serahkanlah hidup dan matimu, pada Allah semata, serahkan duka gembiramu, agar damai senantiasa hatimu. “

Let go and Let God !

– Yosodihardjo’s –

( images taken from discoveringlifenow.com mentalxpress.files.wordpress.com )

Advertisements

Your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s