Peh Cun Festival

Hari ini kalau tidak salah ada sebuah perayaan yang disebut dengan Peh Cun Festival.

Duanwu Jie  atau yang dikenal dengan sebutan Festival Peh Cun di kalangan Tionghoa – Indonesia adalah salah satu festival penting dalam kebudayaan dan sejarah Cina. Peh Cun adalah dialek Hokkian untuk kata pachuan yang dalam Bahasa Indonesia artinya adalah mendayung perahu. Walaupun perlombaan perahu naga bukan lagi praktik umum di kalangan Tionghoa-Indonesia, namun istilah Peh Cun tetap digunakan untuk menyebut festival ini.

Festival ini dirayakan setiap tahunnya pada tanggal 5 bulan 5 penanggalan Imlek dan telah berumur lebih 2300 tahun dihitung dari masa Dinasti Zhou. Perayaan festival ini yang biasa kita ketahui adalah makan Bakcang dan perlombaan dayung perahu naga Karena dirayakan secara luas di seluruh Cina, maka dalam bentuk kegiatan dalam perayaannya juga berbeda di satu daerah dengan daerah lainnya. Namun persamaannya masih lebih besar daripada perbedaannya dalam perayaan tersebut.

Tradisi makan bakcang secara resmi dijadikan sebagai salah satu kegiatan dalam festival Peh Cun sejak Dinasti Jin. Sebelumnya, walaupun bakcang telah populer di Cina, namun belum menjadi makanan simbolik festival ini. Bentuk bakcang sebenarnya juga bermacam-macam dan yang kita lihat sekarang hanya salah satu dari banyak bentuk dan jenis bakcang tadi. Di Taiwan, di zaman Dinasti Ming akhir, bentuk bakcang yang dibawa oleh pendatang dari Fujianadalah bulat gepeng, agak lain dengan bentuk prisma segitiga yang kita lihat sekarang. Isi bakcang juga bermacam-macam dan bukan hanya daging. Ada yang isinya sayur-sayuran, ada pula yang dibuat kecil-kecil namun tanpa isi yang kemudian dimakan bersama serikaya dan gula manis.

 

Selain makan Bakcang, kegiatan atau tradisi khas dari Peh Cun Festival adalah lomba dayung perahu naga ( Dragon Boat ). Lomba perahu nagu adalah salah satu tradisi penting pada Peh Cun Festival di daerah sebelah selatan Sungai Yangtze. Konon kebiasaan itu juga berkaitan dengan Qu Yuan. Menurut cerita, Qu Yuan terjun ke dalam Sungai Miluo, rakyat setempat denga mendayung perahu berusaha menolongnya. Lama kelamaan, mendayung perahu ini kemudian menjadi tradisi pada perayaan Peh Cun.

( sumber : wikipedia dan berbagai sumber )

– Yosodihardjo’s –

Advertisements

Your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s